Minggu, 26 Januari 2025

Pendiri Satoshi Action Fund: 15 Negara Akan Rilis UU Cadangan Bitcoin

Pendiri Satoshi Action Fund, Dennis Porter, mengumumkan kabar besar yang berpotensi menjadi tonggak sejarah dalam adopsi Bitcoin di Amerika Serikat. Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Porter menyebutkan bahwa setidaknya 15 negara bagian AS akan memperkenalkan undang-undang (UU) yang menggunakan Bitcoin (BTC) sebagai cadangan strategis negara.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa setidaknya 15 negara bagian akan memperkenalkan undang-undang 'Strategic Bitcoin Reserve'. Mungkin jumlahnya akan bertambah hingga 16 negara," tulis Porter dalam pernyataannya.

Bitcoin Sebagai Cadangan Strategis Negara

Langkah ini muncul setelah beberapa bulan lalu Presiden AS Donald Trump menyebutkan niatnya untuk membangun cadangan aset digital berbasis Bitcoin dalam kampanyenya di Konferensi Bitcoin Nashville. Dalam acara tersebut, Trump menekankan pentingnya mempersiapkan perekonomian negara dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

Belum lama ini, Presiden Trump secara resmi menandatangani perintah eksekutif terkait cadangan Bitcoin strategis. Perintah tersebut diajukan oleh Senator Cynthia Lummis, yang dikenal sebagai pendukung kuat mata uang kripto di kalangan legislator AS. Penandatanganan dilakukan pada hari Kamis, 23 Januari, menandai langkah signifikan dalam pengakuan Bitcoin sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional.

Negara Bagian Mulai Mendukung Bitcoin

Meskipun Dennis Porter belum secara spesifik mengungkapkan negara bagian mana saja yang akan memperkenalkan undang-undang ini, beberapa inisiatif serupa telah terlihat di beberapa negara bagian. Salah satunya adalah negara bagian Ohio, di mana perwakilan Steve Demetriou sedang mendorong rancangan undang-undang yang mengalokasikan 10% dana cadangan negara untuk investasi dalam aset digital, termasuk Bitcoin.

Ohio dikenal sebagai salah satu negara bagian yang lebih progresif dalam hal adopsi teknologi blockchain. Langkah ini menunjukkan komitmen negara bagian tersebut untuk memperkuat posisinya dalam dunia aset digital.

Potensi Dampak Ekonomi

Jika langkah ini berhasil, maka Amerika Serikat akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategisnya. Kebijakan ini dapat membuka peluang besar bagi negara untuk:

  1. Diversifikasi Cadangan Keuangan: Dengan memasukkan Bitcoin dalam portofolio cadangan, negara dapat melindungi asetnya dari fluktuasi nilai mata uang tradisional.
  2. Peningkatan Kepercayaan Investor: Pengakuan resmi Bitcoin dapat menarik lebih banyak investor ke pasar aset digital, sekaligus meningkatkan adopsi teknologi blockchain di sektor publik.
  3. Mendorong Inovasi Teknologi: Keputusan ini juga dapat memotivasi inovasi di bidang teknologi blockchain dan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kripto.

Namun, langkah ini juga menghadirkan tantangan, seperti volatilitas harga Bitcoin yang tinggi dan potensi risiko kebijakan moneter jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Dukungan Publik dan Kritik

Kebijakan terkait Bitcoin selalu menjadi topik kontroversial di kalangan publik dan politisi. Pendukung Bitcoin memuji langkah ini sebagai tanda kemajuan dan pengakuan terhadap teknologi masa depan, sementara kritik menyuarakan kekhawatiran terhadap volatilitas Bitcoin dan dampaknya pada stabilitas ekonomi.

Senator Cynthia Lummis, yang menjadi salah satu pendorong utama kebijakan ini, menegaskan bahwa pendekatan strategis diperlukan untuk memastikan penggunaan Bitcoin dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi negara.

“Bitcoin adalah salah satu aset yang paling aman dan transparan di dunia. Dengan mengintegrasikannya ke dalam strategi keuangan negara, kita sedang mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Lummis dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Langkah ke Depan

Dengan dukungan dari setidaknya 15 negara bagian, momentum untuk memperkenalkan undang-undang terkait cadangan Bitcoin terus meningkat. Jika langkah ini berhasil, kemungkinan besar akan menjadi contoh bagi negara lain di dunia untuk mulai mengadopsi pendekatan serupa.

Sejauh ini, masyarakat kripto menyambut kabar ini dengan optimisme tinggi. Banyak yang berharap bahwa langkah ini dapat memberikan legitimasi lebih besar terhadap Bitcoin sebagai aset strategis, sekaligus mempercepat adopsi global.

Perkembangan lebih lanjut mengenai negara bagian mana saja yang akan memperkenalkan UU “Strategic Bitcoin Reserve” akan menjadi hal yang ditunggu-tunggu dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, komunitas kripto terus mengamati dengan cermat dampak kebijakan ini terhadap pasar dan perekonomian secara keseluruhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembangunan Jalan TMMD di Desa Bungur Raya Masuki Hari Ke-4: Pengerjaan Dikebut, Material Cabluk Mulai Dimasukkan

Pembangunan Jalan TMMD di Desa Bungur Raya Masuki Hari Ke-4: Pengerjaan Dikebut, Material Cabluk Mulai Dimasukkan Pangandaran, 8 Februari 20...